13.7.11

M.O.S jaman 93

14.32


Jam kantor, break sebentar, curi nafas, cari insipirasi.
Tengok-tengok grup bbm sebentar, langsung inget chat ibu-ibu satu RT (dulu). Saling mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ajaib macam: buah kuburan, coklat kucing terkubur, pengecut kampung mandi lumpur, jaring ikan rasa rumput laut, dan lain-lain.


Dari 'keajaiban' kata-kata dan waktu bertanya, pahamlah saya kalo masing-masing lagi bantu anak-anak mereka untuk keperluan MOS (Masa Orientasi Sekolah). Mudah-mudahan jaman Umar sekolah MOS-nya ga aneh-aneh. Hihihi, maklum, ummi-nya ga kreatif kalau disuruh mikir yang ajaib-ajaib begitu.


By the way busway, kalau ngomongin MOS, saya jadi ingat jaman masuk SMP dan SMA dulu. Tahun 1993, saya pilih masuk SMP di daerah Serpong. Sekolah negeri yang saat itu jumlah kelasnya termasuk sedikit dan prestasinya cukup bagus. Awal masuk pun ada MOS, tapi namanya waktu itu masih Penataran P4. Maklum, masih orde baru, masih ada program nasionalis-pancasilais judulnya.


Bagi yang perempuan, rambutnya dikuncir dua dengan pita berwarna mengikuti kelasnya masing-masing. Alhamdulillah, cuma ikat dua dengan satu warna pita. Tiap anak diminta nyerahin biodata lengkap (nama, alamat, ttl, sampai merk sikat gigi yang ga ada hubungannya) plus nulis lagi favorit. Buat jaga-jaga, kayaknya saya pilih nulis lagu anak-anak deh, biar aman kalau disuruh nyanyi. Ada juga beberapa lagu yang wajib dihafal karena akan dinyanyiin pas penutupan penataran. Dua yang saya inget adalah Bungong Jeumpa dan Ibuku Pertiwi Indonesia. Saya berani 'taruhan' angkatan saat ini sudah ga mudeng sama lagu-lagu wajib/daerah nasional. Hehehe.


Hal lain yang masih nyangkut adalah jahilnya dua teman yang duduk di belakang saya, Sanni dan Yansen. Tentang mereka, kata kuncinya  Satria Baja Hitam RX. Hehehehe. Maksud hati melabeli satu hal (yang ga bisa saya sebutin) dengan judul film asal Jepang itu. Selain mereka, masih ada teman-teman lain yang akhirnya jadi icon angkatan kami. Kelas kami jadi 'favorit' di mata guru-guru alias paling sering warganya dipanggil karena ini-itu. Hehehehe. 


Senior alias kakak kelas jadi elemen memori penataran. Tiap hari wajib ngumpulin tanda tangan mereka. Untungnya ada yang rela berbagi tanpa ngerjain saya ini-itu. Ada juga senior yang suka iseng. Apalagi kalau yang minta si junior yang disuka, beeuhh, pasti langsung dikerjain-dirayu-digoda. Sampai sekarang aja saya masih ingat loh muka teman manis berinisial DN yang blushing gara-gara dikerjain si kakak kelas NC. Ada juga yang mulai kirim surat cinta. Hahahaha, curi start euy. Maklum, kan belom jaman BB. Masih manual alias tulis tangan di kertas surat wangi. Hmmm, I wonder to know if anyone still do that or not. What a cute-to-do-thing. 


Oiya, satu lagi, daftar senior yang TER-..... huehuehue.... mulai dari baik, galak, ganteng, cantik. favorit, sampai yang ga jelas juga ada. 





No comments:

Post a Comment